change language

Senin, 27 Mei 2013

MUHASABAH



“Apabila ada orang yang mencaci maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya, karena pahala untuk kamu dan kecelakaan untuk dia” (HR.Ad-Dailami)
Penjelasan : Rasulullah SAW telah menganjurkan jika ada orang yang mencaci maki kita, lebih baik kita diam dan tak perlu membalas mencaci, karena pahala untuk kita dan dosa untuk dia. Jika kita balas mencaci, maka tak ada bedanya kita dengan mereka (orang yang mencaci) sama-sama mendapat dosa.

“Barang siapa mengintai-intai keburukan saudaranya semuslim maka Allah akan mengintai-intai keburukannya. Barang siapa diintai keburukannya oleh Allah maka Allah akan membongkarnya walaupun dia melakukan itu di dalam rumahnya.” (HR. Ahmad)
Penjelasan: pada hadist diatas telah dijelaskan bahwa jika kita mengintai dan memata-matai serta mecari-cari aib/keburukan saudara semuslim, maka Allah akan mengintai keburukan kita dan walaupun saat kita melakukan keburukan tak diketahui orang lain, tetapi Allah akan membongkarnya dan membuat semuanya tahu. naudzubilllah

Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib-aib orang lain. (HR. Ad-Dailami)
Penjelasan: terkadang kuman ditengah samudra lebih terlihat daripada gajah dipelupuk mata. Dan terkadang aib saudara semuslim lainnya lebih diungkit-ungkit daripada aibnya sendiri. Dan pada hadist diatas, instropeksi untuk memperbaiki diri adalah lebih baik daripada mengurus aib orang lain.

“Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.” (HR. Bukhari)
Penjelasan: jika kita melihat aib yang dimiliki muslim lain, kita lekas instropeksi pada diri kita sendiri dan segera memperbaiki.

“Bila seorang dari kamu sedang marah, hendaklah diam.” (HR. Ahmad)
Penjelasan: rasul menganjurkan untuk diam dan selalu berdzikir  saat kita marah. Karena pada saat marah, itu adalah jalan masuk untuk setan menguasai hati dan jalan pikiran manusia. Jika kita tak dapat mengontrol emosi, hanya rasa malu yang kita dapat saat permasalahan telah usai.

“Barang siapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, didzalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah” (HR. Al-Baihaqi)
Penjelasan: bersabar dan tak mengeluh ketika diuji Allah, bersyukur karena telah mengenggam apa yang kita miliki saat ini, selalu memaafkan kesalahan orang lain,dan mohon ampun ketika telah berbuat keburukan. Semoga kita tergolong orang-orang yang percaya akan pertolongan Allah. 
***



~Maharani Salsabila~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright© All Rights Reserved maharaniie.blogspot.com